Pernyataan tersebut disampaikan Ketua LSM Lodaya Karawang Nace Permana ketika ditemui RAKA di kantornya, Kamis(14/1) kemarin. Menurutnya, kecaman yang dilontarkan berbagai pihak lewat media itu bukan merupakan solusi akan tetapi justru memperkeruh persoalan. "Seharusnya dewan dan KPUD duduk satu meja dengan legislatif agar tidak permasalahannya terpecahkan dan solusinya didapat," ujar Nace.
Lodaya Karawang dan masyarakat Karawang lainnya, kata Nace, sangat berharap tidak ada lagi friksi sekecil apapun antara KPUD dan Bupati Karawang pada penyelenggaran pilkada Karawang 2010 nanti." Kepada pihak eksekutif kami mengimbau untuk turut serta mensukseskan pelaksanaan pilkada dengan bertolok ukur kepada aturan yang ada dan tidak membuat skema atau alur lain yang tidak mungkin dilaksanakan dalam waktu dekat ini.Sehubungan, pilkada sudah akan memasuki tahapan," harapnya.
Lebih baik anggota dewan dan eksekutif, lanjut Nace, memberikan perhatian tentang bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat (hak pilih) untuk mensukseskan pilkada. Sehingga persoalan tidak dapat menggunakan hak pilih karena tidak terdaftar tidak terulang kembali. "Oleh karena itu, diimbau para petinggi atau kader partai politik (parpol) agar tidak membuat statement (komentar) dengan dalih aliansi atau kaukus. Karena hal tersebut tidak menguntungkan bagi masyarakat melainkan hanya menguntungkan bagi mereka yang mencetuskan ide tersebut," tandas Nace.
Untuk saat ini, kewajiban parpol, imbuh Nace, adalah menjaring para bakal calon bupati atau wakil bupati yang memiliki nilai jual kepada masyarakat. Jangan nanti masyarakat disodorkan pada pilihan yang sulit. Tentunya, parpol telah memiliki standarisasi bakal calon (balon) yang akan dijual terutama integritas dan kemampuan si calon tersebut untuk 5 tahun mendatang."Karena ke depan balon bupati dan wakil bukan lagi diukur dari besaran rupiah yang disodorkan kepada parpol melainkan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk 5 tahun mendatang," pungkas Nace.(BG)